Analysis Of Mothers' Knowledge Level Regarding Helminthiasis In Children Aged 1–10 Years In Kemurang Wetan Village, Brebes Regency, Indonesia

Penulis

  • Nur Setyaningsih Politeknik Mitra Karya Mandiri Penulis
  • Anwar Jaman Penulis
  • Zahrani Ghina Fadiyah Penulis

Kata Kunci:

Pengetahuan Ibu, Helmintiasis, Cacing Yang Ditularkan Melalui Tanah, Anak-Anak, Promosi Kesehatan

Abstrak

Pendahuluan: Helmintiasis masih menjadi salah satu penyakit infeksi parasit yang paling umum terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Anak-anak usia 1–10 tahun sangat rentan terhadap infeksi Soil-Transmitted Helminths (STH) karena praktik kebersihan diri yang kurang memadai dan seringnya terpapar lingkungan yang terkontaminasi. Ibu memiliki peran penting dalam mencegah helmintiasis melalui penerapan perilaku hidup sehat dan pemeliharaan praktik kebersihan yang baik pada anak. Oleh karena itu, pengetahuan ibu yang memadai sangat penting untuk mengurangi risiko infeksi STH. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu mengenai helmintiasis pada anak usia 1–10 tahun di Desa Kemurang Wetan, Kabupaten Brebes. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang melibatkan 30 ibu yang memiliki anak usia 1–10 tahun. Responden dipilih menggunakan teknik total sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai helmintiasis, yaitu sebanyak 23 responden (77%). Sebanyak 4 responden (13%) memiliki tingkat pengetahuan sedang, sedangkan 3 responden (10%) memiliki tingkat pengetahuan kurang. Kesimpulan: Sebagian besar ibu di Desa Kemurang Wetan memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai helmintiasis pada anak usia 1–10 tahun. Meskipun demikian, masih terdapat sebagian ibu yang memiliki tingkat pengetahuan sedang dan kurang. Pendidikan kesehatan secara berkelanjutan dan program promosi kesehatan berbasis masyarakat direkomendasikan untuk meningkatkan pengetahuan ibu serta memperkuat upaya pencegahan helmintiasis pada anak

Referensi

World Health Organization. Soil-transmitted helminth infections. WHO. 2023;

Centers for Disease Control and Prevention. Parasites—Soil-Transmitted Helminths. CDC. 2024;

Konstantin, I. S. Tantular MMK. The correlation between water, sanitation, and hygiene with Soil-Transmitted Helminths infection among elementary school children. Indones J Public Heal. 2021;16(22):273–284.

Organization WH. Guideline on Control and Elimination of Human Helminthiases. WHO. 2023;

Indonesia KKR. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Kementerian Kesehatan RI. 2024;

Suryawati, T. R. I. Putra TML. Description of Mothers’ Knowledge, Attitudes, and Behavior Regarding Deworming the Children Against Soil-Transmitted Helminthiasis. Indones J Trop Infect Dis. 2024;12(3):226–236.

Triyana UFA. Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Ibu terhadap Infeksi Cacing Soil Transmitted Helminth pada Siswa Sekolah Dasar. Nusant Hasana J. 2025;4(12):125–34.

Rachmawati, D. Sutiningsih MA. Hubungan Perilaku Hygiene dengan Infeksi Soil Transmitted Helminth pada Balita. J Epidemiol Kesehat Komunitas. 2025;10(4):356–365.

Green LW. Health Education Planning: A Diagnostic Approach. Palo Alto, CA, USA: Mayfield Publishing Co; 1980.

Notoatmodjo N. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Edisi Revi. Jakarta: Rineka Cipta; 2021.

Dewi AW and M. Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia. Nuha Medik. Yogayakarta; 2010.

Marlina WJ and L. Hubungan pendidikan formal, pengetahuan ibu dan sosial ekonomi terhadap infeksi Soil Transmitted Helminths pada anak sekolah dasar di Kecamatan Seluma Timur Kabupaten Seluma Bengkulu. J Ekol Kesehat. 2012;11(1):33–39.

Chadijah PPFSV. Hubungan pengetahuan, perilaku, dan sanitasi lingkungan dengan angka kecacingan pada anak sekolah dasar di Kota Palu. Media Penelit dan Pengemb Kesehat. 2014;24(1):50–56.

Susiawan, W. Wahyudin, O. P. Sari WBPFAB. Pengetahuan orang tua tentang kecacingan dan pengobatan terhadap kejadian infeksi Soil Transmitted Helminth di SDN Ciberem Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas: A cross sectional study. Med Heal J. 2024;3(2):210.

Kamil R. Studi deskriptif tingkat pengetahuan ibu tentang ascariasis (cacingan) pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Siwuluh Kabupaten Brebes Tahun 2019. J Ilmu Kesehat Bhakti Husada. 2019;10(2):115–121.

Hastuti D. Pengaruh intervensi penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang penyakit kecacingan di Posyandu Baleagung, Grabag, Magelang. PubHealth J Kesehat Masy. 2022;

M. Tan, R. Kusriastuti, L. Savioli PJH. Indonesia: An emerging market economy beset by neglected tropical diseases (NTDs). PLoS Negl Trop Dis. 2014;8(2):e2449.

F. A. Rohmah, R. Setiawan, R. Adriyani SBMS. Personal hygiene as a risk factor of helminthiasis among primary school students in Asia and Africa: A literature review. J Kesehat Lingkung. 2022;14(3):139–152.

Indonesia KKR. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Cacingan. Kemenkes R. Jakarta, Indonesia; 2017.

Andrifo C. Hubungan tingkat pengetahuan orang tua terhadap kepatuhan pemberian obat cacing pada anak di Surabaya. Nusant Hasana J. 2024;11(2):189–196.

Noviastuti AR. Infeksi Soil Transmitted Helmint. Majority. 2015;4(8):107–116.

S. Idayani, N. W. Trisnadewi, T. A. Pramesti, N. K. Lisnawati IGPAFS. Edukasi bahaya Soil Transmitted Helminths (STH) dengan meningkatkan pencegahan kecacingan. J Pengabdi Mandiri. 2022;1(3):401–408.

Fadhila N. Kecacingan pada anak. J Agromed Unila. 2015;2(3):347–350.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-31